Lilik Dwi Asfiana
"Maaf penyakit anak bapak tak bisa lagi disembuhkan"
Aku tak lagi berdaya mendengar ucapan dokter itu, dalam hati ak mendongkrak begitu keras. Memang dokter itu Allah yang bisa memvonis orang seenaknya saja? Tapi apa daya tak ada gunanya hal ini. Hanya membuat aku sakit hati.
Hari demi hari kulewati dengan langkah gontai. Tak ada kesembuhan yang menghampiriku, justru malah banyak cercaan yang banyak dan sering bahkan selalu menghampiriku. Aku hanyalah hamba Allah yang tak berguna. Aku bukanlah orang yang sesempurna kalian pikir. Aku hanya manusia biasa.
Setiap kali aku merenung, aku selalu terbayang tingakah mereka terhadap kku. Aku tak secantik Lady Gagah, tak sekaya Bakrie, tak secerdik Gayus, dan tak selucu Sule. Tapi inilah diriku yang apa adanya. Yang selalu menerima semuan ini apa adanya.
Lilik Dwi Asfiana
Cinta....
Sahabat...
Kita sebagai manusia sosial tak akan lepas darihal itu
Dua komponen yang sangat kita perlukan saat ini.
Kadang kala kita menyia-nyiakan Cinta... Padahal kita hidup butuh cinta. Cinta dari seorang ibu, ayah dan saudara. Cinta merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh setiap individu. Kita tak akan hidup tanpa cinta seorang ibu. Tak akan bertahan tanpa cinta seorang ayah. Tak akan bersemangant tanpa cinta dari saudara. Kita butuh naungan untuk bertahan agar terlindungi.

Itulah makna cinta.
Namun, disisi lain kita juga butuh sahabat. Membutuhkan persahabatan untuk mengerti indahnya kebersamaan. Kita butuh untuk berbagi agar mengerti pahitnya hidup ini. Kita butuh teman untuk mengerti kita satu sama lain. Asal kita mau memahami sedikit saj aap yang dirasakan oleh orang lain agar kita tak menjadi manusia yang egois. Kita juga memerlikan sebutir kepedulian dari seorang sahabat.
Itulah makna persahabatan.

Antara Cinta dan persahabatan tak akan bisa pudar. Semua berhuibungan erat satu sama lain.
Jangan pernah menyia-nyiakan cinta dan sahabat.
Lilik Dwi Asfiana
Seiring bergulirnya waktu,
Terlepas dari detik-detik yang amat percuma untuk dilewatkan begitu saja,
tanpa adanya sebuah usaha untuk mengabadikannya dalam bayang-bayang kenangan,
terlebih sungguh berharganya kenangan itu hingga terekam oleh memory otak dan tak mudah tuk terhapuskan dengan kisah yang terselubung tawa canda nan jerit pilu lakaonnya.
Kenangan, begitu berartinya kata itu.

Aku bersyukur telah dapat menikmati waktu bersama kalian. Suka, duka, tawa dan canda kita lewati bersama dengan senyuman. Aku sadar dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi sampai pada detik dimana aku menulis ini aku masih menginginkan canda tawa kalian yang setiap saat menghibur juga menyebalkan. Apa daya kita hanya bisa pasrah dengan takdir ini.
Disaat kita melakukan hal baru, semua dari protes akan perubahan itu. Namun, itulah yang dinamakan peduli..
Disaat kita tak menutup kenyataan, semua protes akan itu. Namun, itulah yang dinamakan setia.
Disaat kita down, semua menyuruh untuk bangkit dari kesalahan itu. Namun, itulah yang dinaman motivasi.

Kawan....
Dunia ku sepi tanpa kalian.